Ketapang

BPBD Ketapang Apresiasi Respons Cepat Perusahaan BGA Bantu Padamkan Karhutla

×

BPBD Ketapang Apresiasi Respons Cepat Perusahaan BGA Bantu Padamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Apel siaga karhutla di PT BGA
Apel siaga karhutla di PT BGA

KETAPANG, JEJARING KALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama melalui dukungan sarana pemadaman, bahan bakar minyak (BBM), dan pengerahan personel di lapangan.

Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan sinergi antara pemerintah, petugas pemadam, dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan kebakaran. Salah satu perusahaan yang mendapat apresiasi adalah PT BGA, khususnya atas dukungan pemadaman di wilayah Kendawangan dan sekitarnya.

“Kalau BGA ini intinya, kita minta apa, mereka siap membantu memadamkan api. Kalau semua perusahaan di Ketapang seperti mereka, sangat terbantu kita,” ujar Yunifar, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, bantuan berupa mobil tangki air, BBM, peralatan pemadaman, serta kesiapan personel membantu memenuhi kebutuhan operasional petugas. Pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan juga dinilai dapat mendukung deteksi dini dan penanganan awal kebakaran. Ia mengingatkan perusahaan perkebunan untuk memenuhi kewajiban penyediaan sarana dan prasarana pengendalian karhutla sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, kondisi karhutla di Ketapang menunjukkan perkembangan positif setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan BPBD hingga Selasa malam (27/10/2026), tidak ditemukan titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Yunifar menyebutkan, sekitar 90 persen area yang dipantau dari jalur Air Hitam hingga Kelampai telah basah akibat hujan. Hujan juga mengguyur sejumlah wilayah lain, di antaranya Pesaguan–Sungai Jawi, Sungai Awan, Tempahan di Kecamatan Tayap, Air Upas, dan kawasan perkotaan Ketapang.

Meski kondisi tersebut menjadi perkembangan positif, BPBD tetap mengingatkan pentingnya pemantauan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran. Yunifar berharap hujan yang turun dapat membantu menekan risiko karhutla sehingga kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat kembali aman. (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *