KETAPANG, JEJARING KALBAR – Sebanyak 300 personel Polda Kalimantan Barat dikerahkan ke Kabupaten Ketapang untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah selatan, terutama Kecamatan Kendawangan, menjadi perhatian karena potensi kebakaran masih ditemukan di sejumlah desa.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut saat menghadiri apel gabungan sekaligus penyerahan dan pembagian personel BKO Polda Kalbar di Polres Ketapang. Menurutnya, tambahan personel diharapkan memperkuat upaya pencegahan dan pemadaman di wilayah rawan kebakaran.
Berdasarkan laporan kepala desa, masyarakat, serta pemantauan satelit, sejumlah wilayah yang menjadi perhatian meliputi Desa Air Hitam, Pembedilan, dan Natai Kuini di Kecamatan Kendawangan. Meski titik api di beberapa wilayah dilaporkan menurun, pemerintah daerah tetap meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran meluas.
Dari 300 personel yang dikerahkan, sebanyak 200 berasal dari Satuan Brimob dan 100 lainnya dari Direktorat Samapta Polda Kalbar. Mereka akan ditempatkan di sejumlah wilayah melalui jajaran Polsek dan Polres Ketapang sesuai kebutuhan serta tingkat kerawanan. Dukungan ini menambah kekuatan penanganan yang sebelumnya melibatkan 60 personel Brimob Polda Bali dan 30 personel Brimob Polda Kalimantan Timur.
Selain pemadaman, penanganan dampak kekeringan juga menjadi perhatian. Sebanyak delapan personel tambahan disiapkan untuk mengoperasikan mobil water treatment guna membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Pemkab Ketapang berharap koordinasi kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan warga dapat mempercepat penanganan karhutla serta mengurangi dampak kabut asap. Masyarakat juga diimbau tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. *** (Yoga)













