KETAPANG, JEJARING KALBAR – Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta pemerintah kecamatan dan desa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kekeringan. Setiap kejadian diminta segera dilaporkan agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
Hal tersebut disampaikan Alexander saat memimpin rapat koordinasi penanganan kekeringan dan karhutla di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Senin (26/10/2026). Rakor tersebut melibatkan sejumlah pihak terkait untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi situasi di lapangan.
Alexander menekankan pentingnya kecepatan informasi dan respons awal dalam penanganan karhutla. Pemerintah kecamatan dan desa diminta aktif memantau kondisi wilayah masing-masing serta menyampaikan laporan melalui jalur koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Ketapang.
Selain mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemadaman, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan TNI-Polri, perusahaan, serta pemangku kepentingan lainnya. Dukungan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Kalimantan Barat turut menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang.
Alexander juga menyoroti pentingnya bantuan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan asap. Penyaluran masker dan air bersih diminta berjalan dengan baik dan tepat sasaran untuk membantu memenuhi kebutuhan warga serta mengurangi dampak terhadap kesehatan.
Melalui koordinasi lintas instansi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang berupaya memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan karhutla. Sinergi seluruh pihak dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan. (Yoga)













