SAMBAS, JEJARING KALBAR – Program Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 dinilai menjadi peluang strategis bagi daerah pesisir di Kabupaten Sambas. Sekretaris Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Junihardy, menilai program ini berpotensi memberikan dampak signifikan bagi penguatan sektor perikanan.
Menurutnya, kehadiran program tersebut tidak hanya menyasar peningkatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat nelayan secara menyeluruh. Hal ini dinilai penting dalam mendorong kemandirian ekonomi di kawasan pesisir.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini tentu menjadi peluang besar bagi daerah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika program ini terealisasi, maka berbagai dukungan seperti infrastruktur, sarana produksi hingga penguatan kelembagaan nelayan akan semakin terbuka. Kondisi ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan sektor perikanan di daerah.
Tidak hanya itu, program tersebut juga dinilai dapat mendorong hilirisasi hasil perikanan. Dengan pengolahan yang lebih baik, nilai tambah produk perikanan diharapkan meningkat dan berdampak langsung pada pendapatan masyarakat.
“Ke depan, kita berharap tidak hanya produksi yang meningkat, tetapi juga nilai ekonominya. Ini penting agar masyarakat nelayan benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.
Junihardy menegaskan, pihaknya siap mendukung penuh setiap tahapan program agar dapat berjalan optimal di Kabupaten Sambas. Dengan perencanaan yang matang, program ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan. ***












