Sambas

Jaga Kelestarian Sumber Daya Ikan, Junihardy Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Illegal Fishing

×

Jaga Kelestarian Sumber Daya Ikan, Junihardy Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Illegal Fishing

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Junihardy, S.Pi.
Sekretaris Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Junihardy, S.Pi./Foto Jejaring Kalbar

SAMBAS, JEJARING KALBAR, – Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing di wilayah sungai. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan air tawar serta keseimbangan ekosistem sungai yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Sekretaris Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Junihardy, menegaskan bahwa praktik penangkapan ikan ilegal di sungai masih sering ditemukan, seperti penggunaan setrum, racun, dan bahan peledak. Menurutnya, cara-cara tersebut sangat merusak habitat ikan dan dapat menyebabkan penurunan populasi ikan secara drastis.

“Penangkapan ikan dengan cara ilegal di sungai berdampak besar terhadap lingkungan. Tidak hanya mematikan ikan dewasa, tetapi juga anakan ikan dan organisme air lainnya,” ujar Junihardy. Ia menambahkan, jika hal ini terus dibiarkan, maka generasi mendatang akan kesulitan mendapatkan sumber ikan air tawar.

Selain merusak ekosistem, Junihardy juga mengingatkan bahwa illegal fishing di sungai melanggar peraturan perundang-undangan dan dapat dikenakan sanksi hukum. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas berharap peran aktif masyarakat dalam menjaga sungai sebagai sumber kehidupan bersama. Dengan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan, kelestarian sumber daya perikanan sungai di Kabupaten Sambas dapat terus terjaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *