SUNGAI PINYUH, JEJARING KALBAR – Di tengah kemarau panjang yang membuat sejumlah wilayah mengalami kesulitan air bersih, Komunitas Air Balap Sungai Pinyuh menunjukkan kepeduliannya dengan mengerahkan 10 mobil pikap untuk mendistribusikan 22.000 liter air bersih ke sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
Aksi sosial bertajuk Jumat Berkah itu dilakukan sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Air bersih disalurkan ke 10 titik masjid dan surau, terutama untuk memenuhi kebutuhan air wudu jamaah.
Ketua Komunitas Air Balap, Syaifullah, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota komunitas terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
“Kami merasa perlu mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, kami sepakat menyalurkan air bersih ke masjid maupun surau yang membutuhkan, terutama untuk keperluan wudu,” ujar Syaifullah.
Komunitas Air Balap memiliki sekitar 20 unit mobil pikap Grand Max yang tergabung dalam komunitas. Namun, untuk aksi sosial tersebut, sebanyak 10 kendaraan dikerahkan mengangkut dan mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah ibadah.
Anggota komunitas yang berasal dari Sungai Pinyuh, Nusapati dan Penyiraman secara sukarela mengerahkan kendaraan operasional mereka untuk memastikan pasokan air tiba di lokasi yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, sejak Kamis malam hingga Jumat pagi ini, kami sudah menyalurkan air bersih di 10 titik. Harapan kami, dengan bantuan ini jamaah tidak lagi bingung mencari air untuk berwudu dan dapat melaksanakan salat Jumat dengan nyaman,” katanya.
Menurut Syaifullah, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah kemarau panjang, pasokan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat berarti, termasuk bagi rumah-rumah ibadah.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu para jamaah masjid maupun surau untuk beribadah. Semoga hujan segera turun membasahi bumi, sehingga kesulitan air bersih dan kabut asap yang dirasakan masyarakat dapat segera berlalu,” tutupnya. *** (Bung Ranie)













