KETAPANG, JEJARING KALBAR – Pangdam XII/Tanjungpura bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus menyalurkan air bersih siap minum kepada warga Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Jumat (18/9/2026).
Air bersih tersebut disalurkan melalui fasilitas Reverse Osmosis (RO) Mabes TNI AD. Bantuan diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya debit sumber air selama musim kemarau.
Alexander mengatakan penanganan Karhutla di Kabupaten Ketapang tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga dampak yang dirasakan masyarakat akibat musim kemarau.
“Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih menjadi perhatian bersama. Karena itu, selain memastikan Karhutla dapat ditangani, kita juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Alexander.
Fasilitas RO tersebut menyediakan air yang dapat langsung dikonsumsi masyarakat. Kehadiran fasilitas itu menjadi salah satu bentuk dukungan dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang terdampak kemarau.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XII/Tanjungpura dan Bupati Ketapang juga didampingi Irdam XII/Tanjungpura, Dandim 1203/Ketapang, Kapolres Ketapang, jajaran pemerintah daerah, relawan peduli api serta unsur terkait lainnya.
Alexander menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi antara pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, relawan dan masyarakat. Ia juga meminta masyarakat berperan dalam mencegah kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik asap atau api agar dapat ditangani sejak dini.
“Karhutla adalah persoalan bersama yang dampaknya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan kepedulian serta gotong royong semua pihak,” tuturnya. *** (Yoga)













