Mempawah

Video Viral di Kelenteng Sungai Purun Kecil, Remaja Itu Minta Maaf dan Langsung Tes Urin

×

Video Viral di Kelenteng Sungai Purun Kecil, Remaja Itu Minta Maaf dan Langsung Tes Urin

Sebarkan artikel ini
Mediasi remaja yang viral di Kelenteng Shi Tian Fut Cu Desa Sungai Purun Kecil, oleh Polsek Sungai Pinyuh.
Mediasi remaja yang viral di Kelenteng Shi Tian Fut Cu Desa Sungai Purun Kecil, oleh Polsek Sungai Pinyuh.

SUNGAI PINYUH, JEJARING KALBAR – Potongan video yang memperlihatkan seorang remaja melakukan tindakan tidak terpuji di Kelenteng Shi Tian Fut Cu, Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, viral di media sosial, Kamis (20/8/2026).

Video tersebut menuai kontroversi dan kecaman dari sejumlah netizen. Setelah video tersebut viral, remaja yang bersangkutan kemudian dibawa ke Polsek Sungai Pinyuh untuk menjalani pemeriksaan.

Usai diperiksa, remaja tersebut mengaku menyesal dan membuat video permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Tionghoa.

Di Polsek Sungai Pinyuh, remaja tersebut juga diminta membuat dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Polisi kemudian melakukan tes urin terhadap yang bersangkutan.

Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Agus Suryana, mengatakan apabila hasil tes urin menunjukkan hasil positif, pihak kepolisian akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sementara kita ingin remaja ini merasakan efek jera dengan membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Kita juga ingin remaja lain tidak melakukan tindakan seperti yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” ujarnya.

Menurut Agus, peran orang tua sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja. Ia mengingatkan agar orang tua memberikan pendidikan dan pemahaman kepada anak agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Remaja yang viral ini kita kembalikan ke orang tuanya. Kita minta orang tuanya mampu mendidik dan memberi pemahaman bahwa apa yang dilakukan itu bisa berdampak besar bagi masyarakat luas, terutama soal keamanan dan ketertiban,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan Kelenteng Shi Tian Fut Cu, Desa Sungai Purun Kecil, Eli Susanti, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan perbuatan remaja tersebut dan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Eli meminta masyarakat mempercayakan penanganan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Tionghoa, agar tidak terprovokasi oleh video yang telah beredar luas di media sosial.

“Kita tidak membenci remaja ini, tapi kita sangat berharap agar hal seperti ini tidak terulang kembali. Dan dia sendiri juga sudah minta maaf, berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” katanya. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *