MEMPAWAH, JEJARING KALBAR — Seorang pria berusia 55 tahun, berinisial LBC ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Pasar Pagi, RT 005/RW 005, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu (30/9/2026) sore. Sontak peristiwa itu membuat heboh warga sekitar Pasar Pagi Sungai Pinyuh.
Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana mengatakan, korban pertama kali ditemukan setelah pihak keluarga merasa curiga karena korban tidak terlihat keluar rumah sejak Minggu (27/9/2026) lalu.
“Sekitar pukul 14.00 WIB, keponakan korban datang ke rumah karena sejak beberapa hari korban tidak keluar seperti biasanya. Saat itu pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam,” kata AKP Agus Suryana.
Menurutnya, saksi bersama sejumlah tetangga kemudian memanggil korban beberapa kali. Namun, tidak mendapat respons dari dalam rumah.
Karena khawatir, saksi dan warga akhirnya mendobrak pintu rumah. Setelah pintu terbuka, korban ditemukan dalam kondisi terbaring di atas kasur dan sudah meninggal dunia.
“Kondisi korban saat ditemukan sudah setengah membusuk,” ujarnya.
Setelah penemuan tersebut, pihak keluarga menghubungi ketua RT dan Polsek Sungai Pinyuh untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas Polsek Sungai Pinyuh bersama Pamapta Polres Mempawah, Tim Jatanras dan Tim Inafis Polres Mempawah kemudian mendatangi lokasi. Polisi melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara, identifikasi korban, mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi.
AKP Agus menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut dan berstatus bujang. Korban juga disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan.
“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diperkirakan sudah meninggal kurang lebih empat hari,” jelasnya.
Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah. Penolakan tersebut disampaikan karena keluarga meyakini korban meninggal akibat sakit yang telah lama dideritanya.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan diurus oleh Yayasan Kematian Song Sen Sah Sungai Pinyuh untuk proses kremasi.
Kapolsek mengatakan, polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sungai Pinyuh dan yayasan terkait penanganan jenazah.
“Pihak keluarga sudah membuat pernyataan penolakan otopsi dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk proses selanjutnya,” pungkas AKP Agus. *** (Bung Ranie)













