KETAPANG, JEJARING KALBAR, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook Zedi Prasetiyo viral di media sosial, Senin (23/2/2026).
Dalam unggahannya, Zedi menuliskan, “Benar-benar memprihatinkan menu MBG SDN 07 Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat tanggal 23 Februari 2026. 1 hal, berapa kandungan gizi menu yang dibagikan ini? Sudah dihitung ahli gizi atau belum?”
Video berdurasi 35 detik itu memperlihatkan menu MBG yang dibagikan kepada siswa di SDN 07 Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Perekam video terdengar mempertanyakan kelayakan menu yang dinilai tidak sepadan dengan anggaran pemerintah.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah roti tanpa merek atau identitas produsen yang jelas. Pada kemasan hanya terlihat tempelan tanggal kedaluwarsa (ED) 27-02-26, tanpa keterangan komposisi bahan maupun informasi nilai gizi.
Unggahan tersebut dengan cepat menyita perhatian warganet. Hingga berita ini ditulis, postingan itu telah mendapat ratusan tanggapan serta dibagikan ratusan kali.
Sejumlah komentar bernada sindiran pun bermunculan. Akun Albertianus Teguh menulis, “Sandai lagi,” disertai ikon tertawa. Sementara Mhd Fahri berkomentar, “Ladang korupsi.” Adapun Ahmad Nurdin menulis sindiran terkait peran ahli gizi dan pihak penyelenggara.
Tak hanya itu, beberapa warganet turut membagikan foto menu serupa yang diterima anak-anak mereka. Hal ini memunculkan dugaan bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di satu sekolah.
Diketahui, selama bulan Ramadan, menu MBG dibagikan dalam bentuk makanan kering kepada siswa. Berdasarkan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), distribusi menu MBG dimungkinkan dilakukan sekaligus untuk tiga hari.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait viralnya video tersebut maupun penjelasan mengenai standar kandungan gizi serta mekanisme pengawasan menu yang dibagikan di SDN 07 Kecamatan Sandai.
Masyarakat berharap adanya klarifikasi resmi guna memastikan kualitas, keamanan, dan kandungan gizi makanan yang diterima para siswa benar-benar sesuai dengan tujuan program MBG, yakni meningkatkan asupan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak. *** (Yoga)













