Mempawah

Masyarakat Dayak Anjongan dan Sungai Pinyuh Gelar Ritual Nyangahant, Minta Hujan ke Jubata 

×

Masyarakat Dayak Anjongan dan Sungai Pinyuh Gelar Ritual Nyangahant, Minta Hujan ke Jubata 

Sebarkan artikel ini
Masyarakat adat dayak Anjongan dan Sungai Pinyuh gelar ritual doa minta hujan di keramat Dusun Baguruh.
Masyarakat adat dayak Anjongan dan Sungai Pinyuh gelar ritual doa minta hujan di keramat Dusun Baguruh.

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Masyarakat adat Dayak Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, menggelar ritual adat Nyangahant sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Ritual yang diprakarsai Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Anjongan tersebut berlangsung di Dusun Baguruh, Desa Dema, Kecamatan Anjongan, Jumat (4/9/2026) siang.

Pelaksanaan ritual juga diikuti DAD Kecamatan Sungai Pinyuh. Kehadiran masyarakat adat dari dua kecamatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan dan solidaritas dalam menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.

Pj Ketua DAD Kecamatan Anjongan, Sudiman, mengatakan Nyangahant merupakan ritual adat yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Jubata atau Tuhan agar hujan segera diturunkan.

“Nyangahat ini kita minta ujan ke Jubata (Tuhan),” kata Sudiman.

Dalam ritual tersebut, masyarakat menyiapkan sejumlah peraga adat, salah satunya seekor ayam yang digunakan dalam prosesi, serta perlengkapan adat lainnya sebagai pelengkap ritual.

Sudiman menjelaskan, Dusun Baguruh dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena kawasan tersebut merupakan salah satu tempat keramat tertua yang memiliki nilai penting bagi masyarakat adat setempat.

“Ritual kita laksanakan di Dusun Baguruh, Desa Dema, karena di sana adalah keramat paling tua, sudah ratusan tahun usianya. Jadi di sana kita berdoa minta hujan, karena sudah lama tidak hujan,” ujarnya.

Prosesi doa dipimpin oleh Jokok, yang disebut Sudiman sebagai imam adat yang biasa memimpin pembacaan doa-doa dalam kegiatan adat masyarakat setempat.

“Imamnya di sana Pak Jokok. Dia memang imam kita yang biasa membaca doa-doa,” ungkapnya.

Ritual Nyangahant berlangsung secara khidmat dan penuh kebersamaan. Selain masyarakat adat Anjongan dan DAD Kecamatan Sungai Pinyuh, kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimcam Anjongan, perwakilan Mabes TNI, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Bagi masyarakat adat Dayak, pelaksanaan Nyangahant tidak hanya ikhtiar menghadapi kemarau, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarmasyarakat adat sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *