MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Keluarga Paroki Santo Christophorus Sungai Pinyuh membagikan lebih dari 10 ribu masker kepada masyarakat di tengah kondisi udara yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (30/8/2026) pagi.
Aksi sosial tersebut melibatkan Bapak-Bapak Katolik (Bapakat), Ibu-Ibu Katolik (IKAT), Orang Muda Katolik (OMK), serta pemuda Katolik Kabupaten Mempawah. Pembagian masker dipusatkan di kawasan Tugu Jam Sungai Pinyuh.
Para relawan turun langsung ke jalan untuk membagikan masker kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas. Mereka juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap karhutla dan menjaga kesehatan selama kondisi udara masih terdampak asap.
Ketua Bapakat Paroki Santo Christophorus Sungai Pinyuh, Pius Halokai, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian umat terhadap masyarakat yang terdampak asap karhutla.
“Kami harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu saudara kami yang terpapar asap karhutla. Kami turun langsung membagikan masker gratis kepada masyarakat,” kata Pius.
Menurut Pius, masker yang dibagikan berasal dari bantuan para donatur, pengusaha, dan pemadam kebakaran. Sebanyak 9.750 masker sebelumnya telah terkumpul, kemudian mendapat tambahan bantuan pada hari pelaksanaan sehingga jumlah yang dibagikan mencapai lebih dari 10 ribu masker.
“Masker ini kami bagikan mulai dari Takong, Toho, Pasar Anjungan, Pak Bulu, Sungai Pinyuh dan sekitarnya,” ujarnya.
Pius berharap aksi tersebut dapat membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. *** (Bung Ranie)













