SAMBAS, JEJARING KALBAR, – Rafflesia hasseltii yang merupakan salah satu bunga langka dari genus Rafflesia ternyata cukup sering ditemukan di kawasan hutan hujan tropis kawasan hutan lindung Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Warga yang menjelajah hutan menuju Mercusuar Tanjung Datuk kerap menjumpai bunga langka tersebut mekar di jalur pendakian.
Tidak seperti di Sumatra, di mana peneliti membutuhkan waktu 13 tahun untuk menemukan kembali bunga Rafflesia hasseltii mekar sempurna. Sementara di hutan lindung Desa Temajuk masyarakat justru sering menemukan bunga Rafflesia, termasuk jenis yang jarang ditemui yaitu Rafflesia hasseltii.
Salah satu warga yang pernah melihat langsung bunga Rafflesia hasseltii mekar sempurna di kawasan hutan hujan tropis kawasan hutan lindung Desa Temajuk adalah Agri.

Lima bulan yang lalu, tepatnya pada 29 Juni 2025, ia bersama beberapa temannya melakukan trekking menuju Mercusuar Tanjung Datuk melewati hutan lindung Desa Temajuk. Mereka menempuh perjalanan santai sekitar enam jam, dipandu oleh seorang petugas mercusuar.
Sekitar satu jam berjalan dari kaki bukit, setelah melintasi hutan lebat, rombongan tanpa sengaja menemukan bunga Rafflesia hasseltii yang sedang mekar sempurna. Mereka termasuk orang yang sangat beruntung. Agri segera mengabadikan momen itu dan mengaku sangat takjub, begitu juga teman-temannya.
“Itu pengalaman kedua saya bertemu langsung dengan bunga rafflesia yang mekar sempurna. Saya pernah bertemu dengan Rafflesia tuan-mudae di Singkawang pada tahun 2006,” ujar Agri, Sabtu 29 November 2025.

Agri mengatakan, bunga Rafflesia hasseltii yang ia temui memiliki diameter sekitar 30 sampai 40 centimeter. Memang sedikit lebih kecil dari yang ditemukan di Sumatera, namun ciri fisiknya sangat khas: pola corak yang acak, lebih besar dan tidak beraturan, serta lubang disk lebih besar, dan warna merah bata yang dominan.
“Aromanya juga lebih menyengat dari Rafflesia tuan-mudae yang pernah saya temui di Singkawang sekitar 19 tahun yang lalu. Saya ingat betul karena itu penemuan yang langka,” katanya.
Saat menemukan bunga itu, Agri dan teman-temannya memotret dan merekam video. Selain satu bunga yang mekar sempurna, mereka juga menemukan lima bunga lain yang masih berbentuk kol atau bonggol, ada yang kecil sebesar kepalan tangan anak-anak, ada yang sebesar lutut orang dewasa, dan ada yang sebesar kepala, tanda sebentar lagi mekar.

Selain Agri, seorang petugas Mercusuar Tanjung Datuk bernama Aan juga mengatakan sering menemukan bunga rafflesia di hutan tersebut. Ia mengaku pernah menemukan Rafflesia tuan-mudae di lokasi yang tidak jauh dari tempat Agri menemukan Rafflesia hasseltii.
Menurut Aan, bunga rafflesia memang beberapa kali muncul di jalur itu, terutama saat musim hujan. Bukan hanya dia, temannya yang bertugas di Mercusuar juga sering menemukan bunga Rafflesia mekar sempurna di hutan lindung Desa Temajuk jalur menuju Mercusuar Tanjung Datuk.
“Saya sering melihat bunga-bunga itu mekar. Karena bentuknya mencolok jadi mudah ditemui. Lokasinya ada di beberapa tempat. Biasanya memang sering mekar saat musim hujan seperti sekarang. Terakhir saya bertemu yang mekar tiga bulan lalu,” katanya.

Kamis 27 November 2025 malam, saat pulang dari mercusuar dan melewati jalur yang sama, Aan mengatakan bunga yang mekar pada Juni sudah layu. Namun, ia yakin di titik lain kemungkinan masih ada kol atau bahkan bunga yang sedang mekar.
“Saya janji nanti kalau ada yang mekar lagi akan saya foto dan videokan. Karena kemarin pulang agak kemalaman, jadi sulit melihatnya,” ujarnya.
Peneliti LIPI Pernah Mencatat Temuan Rafflesia hasseltii di Sambas
Hingga kini, belum ada peneliti yang kembali datang untuk mengidentifikasi populasi Rafflesia yang sering ditemui warga di kawasan hutan lindung Desa Temajuk. Namun pada 2019, sudah ada jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Reinwardtia Volume 18(2), ditulis oleh empat peneliti: Rismita Sari dan Inggit Puji Astuti dari LIPI, Kebun Raya Bogor, serta Miftahul Huda dan Ratna Susandarini dari Fakultas Biologi UGM.
Pada 2019, para peneliti tersebut mencatat keberadaan Rafflesia hasseltii di kawasan hutan lindung Desa Temajuk, tepatnya di Tanjung Datuk, Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia. Sebelumnya, pada tahun 2012, Tim Ekspedisi Khatulistiwa TNI AD juga menemukan bunga Rafflesia hasseltii di Tanjung Datuk. Lalu tahun 2013, tim peneliti LIPI kembali ke sana untuk mengumpulkan spesimen.

Dalam jurnal itu, spesimen dari Tanjung Datuk Sambas dibandingkan dengan Rafflesia cantleyi, Rafflesia azlanii, serta Rafflesia hasseltii dari Sumatra dan Sarawak, Malaysia. Hasilnya menunjukkan kecocokan yang kuat dengan Rafflesia hasseltii, meskipun terdapat variasi morfologi.
BKSDA Kalimantan Barat Akan Ambil Sampel DNA
Kasubbag TU Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Doni Maja Perdana, mengatakan pihaknya telah menerima laporan masyarakat mengenai penemuan Rafflesia hasseltii di kawasan hutan lindung Temajuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
“Informasi itu sudah kami terima dari laporan masyarakat dan sudah ada juga yang beredar di media sosial. Ini sudah disampaikan ke pimpinan kami dan akan dilakukan penelitian serta pengambilan sampel DNA untuk memastikan apakah itu benar Rafflesia hasseltii,” ujarnya. ***













Mantap. Apresiase terhadap apa yg dikerjakan sdr. Agri atas flora istimewa yang ia temukan di Sambas. Semoga tanaman tersebut terlindungi dan apabila mungkin dapat berkembang biak. Narasi dikemas dengan baik dan semoga media online yang ada di Sambas dapat berkembang dan berkelanjutan di masa yg akan datang