Berikut versi yang sudah dirombak dengan struktur lebih tajam, lead lebih kuat, dan alur lebih mengalir:
MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Pemerintah Kabupaten Mempawah mulai mengakselerasi program keamanan pangan tahun 2026 dengan melibatkan lintas sektor, dari desa, pasar hingga sekolah. Komitmen ini ditegaskan Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, saat membuka Advokasi Terpadu Program Prioritas Nasional (PROPN) Keamanan Pangan, Senin (6/4/2026) di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah.
Langkah ini merupakan tindak lanjut hasil audiensi Pemkab Mempawah bersama BBPOM Pontianak pada Maret lalu. Dalam pertemuan tersebut, disepakati penguatan tiga program prioritas nasional yang akan menjadi fokus intervensi sepanjang 2026.
Juli menjelaskan, program pertama yakni Desa Pangan Aman yang diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman hingga tingkat rumah tangga. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Program kedua menyasar lingkungan pasar melalui Pangan Aman Berbasis Komunitas. Lewat pendekatan ini, para pelaku usaha didorong melakukan pengawasan mandiri agar praktik penjualan pangan lebih sehat dan sesuai standar.
Sementara itu, program ketiga difokuskan pada sekolah melalui pembudayaan keamanan pangan. Tujuannya tidak hanya melindungi siswa dari jajanan berisiko, tetapi juga membentuk generasi muda yang sehat dan sadar pangan.
Untuk pelaksanaannya, Pemkab telah menetapkan sejumlah wilayah intervensi, yakni Desa Wajok Hilir, Desa Galang, Desa Sungai Purun Kecil, dan Desa Sejegi. Selain itu, program juga menjangkau sekolah dari tingkat dasar hingga menengah serta Pasar Jungkat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Juli menegaskan, keberhasilan program tidak bisa berjalan sendiri. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan program keamanan pangan dalam agenda kerja masing-masing.
“Ini tidak boleh berhenti di forum saja. Harus benar-benar berjalan di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, integrasi dapat dilakukan melalui berbagai program yang telah ada, seperti rumah desa sehat, pekarangan pangan lestari, hingga sekolah adiwiyata.
Kegiatan ini turut dihadiri kepala OPD, Kepala BBPOM Pontianak, camat, kepala desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, serta pengelola pasar di Kabupaten Mempawah. *** (Bung Ranie)












