Mempawah

Sudah 8 Kali Kabel Tembaga Gardu PLN di Sungai Pinyuh Dicuri 

×

Sudah 8 Kali Kabel Tembaga Gardu PLN di Sungai Pinyuh Dicuri 

Sebarkan artikel ini
Petugas PLN mengganti kabel yang hilang di gardu depan kantor Pengujian Kendaraan Bermotor Sungai Pinyuh.
Petugas PLN mengganti kabel yang hilang di gardu depan kantor Pengujian Kendaraan Bermotor Sungai Pinyuh.

SUNGAI PINYUH, JEJARING KALBAR – Kabel tembaga gardu PLN depan kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah dipotong pencuri. Akibatnya terjadi mati lampu dan menghambat aktivitas pegawai kantor PKB.

Fajar Julian, Staf Tehnik PLN ULP Mempawah wilayah Sungai Pinyuh menjelaskan pencurian kabel tembaga ini sudah 8 kali terjadi di wilayah PLN Sungai Pinyuh.

“Pelakunya ini diduga sudah berpengalaman sekali karena kelihatan dari potongan kabel sangat rapi baik di atas maupun di bawah pakai gunting potong khusus. Kalau orang awam tidak mungkin serapi ini,” ujarnya.

Fajar Julian mengatakan, untuk saat ini tindakan mereka adalah mengganti kabel yang hilang dengan kabel aluminium. Karena jika diganti dengan tembaga, dikhawatirkan hilang lagi.

“Setiap ada pencurian seperti ini, maka kami ganti dengan kabel aluminium. Kabel yang dicuri itu panjangnya sekitar 6-8 meter. Lalu sepatu tiangnya juga dirusak oleh pencuri tersebut. Artinya pencuri ini sudah tidak ada ketakutan sama sekali dalam melakukan aksinya. Untuk kerugian ini mungkin 5-10 jutaan. Untuk satu titik,” jelasnya.

Sementara itu, Gampang Nugroho staf Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Sungai Pinyuh mengatakan, mati lampu terjadi sekitar pukul 03.00 subuh WIB. Kebetulan ia juga tinggal di lingkungan sekitar kantor tersebut.

“Waktu mati lampu, saya tidak curiga apa-apa, karena saya pikir mati lampu biasa. Sekali pagi tadi saya lihat kabel tembaga di gardu depan itu sudah hilang. Kemudian, setelah mati lampu ini kantor tidak ada aktivitas, karena mati lampu dari subuh,” pungkasnya.

Sebagai tidak lanjut dan upaya pencegahan, PLN ULP Mempawah telah melakukan beberapa hal di antaranya:

1. Penguatan Komunikasi Kewaspadaan

Himbauan Lintas Sektor: Menyampaikan surat resmi atau koordinasi langsung ke tingkat Desa dan Kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan warga.

Identifikasi Petugas Resmi: Menekankan agar warga segera melapor jika melihat oknum mencurigakan yang bekerja pada jaringan PLN tanpa atribut resmi (seragam, ID Card, dan surat tugas).

2. Edukasi dan Sosialisasi Masyarakat

Ring Satu Gardu: Melakukan sosialisasi khusus kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi gardu distribusi yang dinilai rawan/terpencil.

Peran Serta Warga: Mengajak masyarakat untuk ikut menjaga aset negara dan menginformasikan kontak darurat (PLN Mobile atau nomor petugas terkait) jika ditemukan aktivitas mencurigakan.

3. Pengawasan Operasional (Patroli)

Patroli Malam Rutin: Menjadwalkan patroli intensif pada jam-jam rawan (jam tidur) di titik-titik instalasi yang memiliki riwayat gangguan atau potensi pencurian tinggi.

Pemetaan Area Rawan: Fokus pada jalur kabel optik, trafo, dan komponen tembaga lainnya yang sering menjadi sasaran utama.

4. Sinergi Antar Lembaga

Kolaborasi CCTV dinas Perhubungan: Berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian setempat untuk memanfaatkan akses CCTV di area publik yang memantau titik gardu strategis.

Pengawasan melalui:

Pemasangan CCTV Mandiri: Penempatan unit kamera pengawas dengan sensor gerak pada titik – titik gardu potensial/rawan kecurian. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *