Sambas

Selamat Jalan Uray Riza Fahmi, Tokoh Adat Melayu Sambas yang Bijaksana 

×

Selamat Jalan Uray Riza Fahmi, Tokoh Adat Melayu Sambas yang Bijaksana 

Sebarkan artikel ini
Selamat jalan Uray Riza Fahmi
Selamat jalan Uray Riza Fahmi

SAMBAS, JEJARING KALBAR, – Senja baru saja turun ketika kabar duka itu datang. Pada pukul 18.28 WIB, di ruang perawatan RSUD Manggis Sambas, Uray Riza Fahmi menghembuskan napas terakhirnya.

“Dalam kesunyian yang pelan, Sambas seakan kehilangan cahaya seorang sepuh yang telah lama menjadi tempat pulang banyak orang.”

Beliau pergi setelah berjuang melawan diabetes dan komplikasi yang menggerogoti tubuhnya. Namun hingga akhir hayat, Uray Riza Fahmi tetap dikenal sebagai sosok yang tegar, yang lebih memilih tersenyum menenangkan orang lain, bahkan di saat dirinya sedang menahan sakit.

Nama Uray Riza Fahmi bukan sekadar tercatat dalam daftar jabatan. Beliau adalah kerabat Keraton Sambas, kerabat Istana Alwatziekhoebillah, Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, sekaligus Ketua Dewan Pemangku Adat MABM Sambas. Tetapi bagi banyak orang, beliau lebih dari itu: beliau adalah penjaga nilai, pemupuk damai, dan sumber kebijaksanaan.

Di mata masyarakat, Uray Riza Fahmi adalah tokoh yang berjalan pelan, berbicara lembut, tetapi meninggalkan kesan dalam setiap perjumpaan. Kadang-kadang ia juga jenaka, mudah bersahabat dengan semua kalangan. Saya sendiri saksinya.

Ia hadir bukan untuk disorot, melainkan untuk memastikan setiap persoalan diselesaikan dengan kepala dingin dan hati lapang. Banyak yang datang kepadanya hanya untuk meminta nasihat, dan pulang dengan hati lebih ringan. Saya pernah melakukan itu. Bukan sekali, beberapa kali.

Sebagai pengayom adat Melayu Sambas, beliau adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia menjaga tradisi bukan dengan ketatnya aturan, tetapi dengan ketulusan untuk membuat generasi muda mencintai identitasnya. Beliau menuntun dengan contoh, bukan dengan tekanan.

Di lingkungan pemerintahan, rekan-rekannya mengenang almarhum sebagai sosok yang bekerja senyap. Tidak mengejar pujian, tidak menuntut ucapan terima kasih. Baginya, bekerja untuk masyarakat adalah ibadah. Dan itulah yang membuatnya dihormati banyak orang.

Kini, ketika beliau telah pergi, yang tersisa bukan hanya kenangan, tetapi juga kehangatan yang pernah ia berikan kepada setiap orang yang sempat disentuh hidupnya. Sambas kehilangan penjaga kearifan, tetapi juga mewarisi teladan yang tak akan lekang.

Selamat jalan, Uray Riza Fahmi.

Engkau pergi dengan tenang, tetapi namamu akan terus hidup dalam tutur masyarakat, dalam adat yang kau jaga, dan dalam hati orang-orang yang mencintaimu. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *