Mempawah

Selama 2025 Kriminalitas di Mempawah Turun, Kasus Narkoba Masih Tinggi

×

Selama 2025 Kriminalitas di Mempawah Turun, Kasus Narkoba Masih Tinggi

Sebarkan artikel ini
Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David
Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David/Dok Polres Mempawah

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Sepanjang tahun 2025, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Mempawah dalam situasi kondusif. Hal ini disampaikan Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David Harianthono, saat menyampaikan rilis akhir tahun di Mapolres Mempawah, Rabu (31/12/2025).

AKBP Jonathan mengungkapkan, secara umum angka kriminalitas di Kabupaten Mempawah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, total tindak pidana sepanjang 2025 berjumlah 195 kasus, turun dari 222 kasus pada 2024.

“Penurunan angka kriminalitas ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Mempawah yang didukung sinergi TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat,” ujar AKBP Jonathan.

Kendati demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah perkara yang belum terselesaikan secara optimal. Dari total kasus yang ditangani, sebanyak 167 kasus berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penyidikan.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan agar efektivitas penegakan hukum terus meningkat, tanpa mengesampingkan prinsip profesional, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya.

Dalam pemetaan gangguan kamtibmas, AKBP Jonathan menyebut kejahatan konvensional masih mendominasi, meski jumlahnya berhasil ditekan. Sementara itu, kasus narkotika menjadi yang paling menonjol dengan 52 laporan, bahkan tingkat penyelesaiannya mencapai lebih dari 100 persen.

“Peredaran narkotika masih menjadi perhatian utama kami. Penindakan akan terus dilakukan secara tegas karena ini menyangkut masa depan generasi muda,” katanya.

Di bidang lalu lintas, Kapolres memaparkan adanya tren positif. Jumlah kecelakaan lalu lintas selama 2025 menurun sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh kategori korban, baik meninggal dunia maupun luka berat dan ringan, juga mengalami penurunan.

“Penurunan ini tidak terlepas dari upaya preventif dan represif yang kami lakukan, termasuk peningkatan kualitas penegakan hukum di bidang lalu lintas,” jelas AKBP Jonathan.

Selain itu, dinamika penyampaian pendapat di muka umum sepanjang 2025 berjalan aman dan terkendali. Sebanyak 20 kegiatan unjuk rasa yang melibatkan lebih dari dua ribu massa dapat diamankan tanpa menimbulkan kerugian materiil.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan unjuk rasa, sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum,” pungkasnya. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *