MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Personel Polsek Toho melakukan penertiban dan pembinaan terhadap sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan balap liar di kawasan perbatasan Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak, tepatnya di Jalan Raya Toho–Bengkayang, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kamis (12/3/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.10 WIB tersebut merupakan patroli gabungan untuk mengantisipasi aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam patroli tersebut, petugas mendapati tiga remaja yang sedang berada di jembatan perbatasan sambil membawa sepeda motor yang telah dimodifikasi menyerupai motor balap. Ketiganya kemudian diberikan pembinaan dan imbauan agar tidak melakukan aksi balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kapolsek Toho IPDA Adhi Putra mengatakan, langkah yang dilakukan pihaknya lebih mengedepankan pendekatan persuasif agar para remaja memahami risiko dari kegiatan tersebut.
“Petugas memberikan imbauan dan pembinaan kepada para remaja agar tidak melakukan balap liar karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Kami juga mengingatkan agar kendaraan yang digunakan tetap sesuai standar,” ujar IPDA Adhi Putra.
Ia menambahkan, kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk merespons keresahan masyarakat terkait aksi balap liar yang kerap muncul saat menjelang waktu berbuka puasa.
“Patroli ini juga sebagai bentuk upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah potensi kecelakaan di jalur yang cukup ramai dilalui warga,” katanya.
Kegiatan penertiban tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, personel TNI dari Koramil Toho, perangkat desa, serta personel kepolisian dari Polres Mempawah.
Setelah diberikan pembinaan, para remaja diminta untuk tidak lagi melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Kegiatan patroli dan penertiban berakhir sekitar pukul 17.21 WIB dengan situasi aman dan kondusif. *** (Bung Ranie)













