MEMPAWAH, JEJARING KALBAR, – Kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar kembali terjadi di Jalan Raya Peniraman KM 43.100 pada Senin (17/11/2025) malam. Dalam insiden yang melibatkan dua sepeda motor ini, seorang remaja berusia 14 tahun tewas, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka serius. Polisi menyebut kecelakaan dipicu manuver melebar yang dilakukan salah satu pengendara.
Kapolres Mempawah melalui Kanit Lantas Polsek Sungai Pinyuh, AKP Bambang Siswanto, mengatakan kecelakaan berawal ketika sepeda motor Honda Revo KB 6913 BC yang dikendarai Faoi Choi (17) melaju dari arah Sungai Pinyuh menuju Pontianak. Saat di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang sepeda motor Suzuki Shogun KB 5852 NC yang dikendarai Rabiansyah (41). Motor tersebut tiba-tiba melebar ke jalur kanan dan langsung berhadapan dengan Honda Revo yang tidak memiliki ruang menghindar.
“Pengendara dari arah berlawanan melebar ke kanan sehingga jarak sudah tidak memungkinkan untuk menghindar. Benturan terjadi cukup keras,” jelas AKP Bambang.
Akibat benturan itu, penumpang Honda Revo, Jordi Jayadi, pelajar 14 tahun, mengalami pendarahan hebat pada mulut, hidung, dan telinga. Ia sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sungai Pinyuh, namun dinyatakan meninggal dunia. Dua remaja lainnya, yakni pengendara Faoi Choi dan penumpang Rendi Harsono (16), juga mengalami cedera dan harus dirujuk ke RS Antonius.
Sementara itu, pengendara Suzuki Shogun dan penumpangnya, Siti Rahayu (40), mengalami luka robek, pendarahan, serta dugaan patah tulang sehingga keduanya dirujuk ke RS Sudarso.
“Kecelakaan seperti ini bisa terjadi hanya karena satu manuver yang tidak tepat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berada di jalurnya, menjaga konsentrasi, dan tidak mengambil ruang jalan yang bukan peruntukannya,” kata AKP Bambang. ***












