KETAPANG, JEJARING KALBAR, – Peristiwa tragis terjadi di Sungai Nanga Tayap, Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, pada Minggu sore (29/3/2026).
Tiga orang warga tersambar petir saat tengah memancing di lokasi tersebut. Akibat kejadian itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya saat ini masih menjalani perawatan medis.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Nanga Tayap AKP Bagus Tri Baskoro membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa terjadi saat hujan turun, sekitar pukul 15.45 WIB.
“Benar, ada empat orang yang memancing di Sungai Nanga Tayap. Tiga di antaranya tersambar petir. Satu orang meninggal dunia, sedangkan dua lainnya sedang mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Nanga Tayap,” ujarnya saat dikonfirmasi Jurnalborneo, Minggu malam (29/3/2026).
Salah satu keluarga korban, Jailani, menyampaikan bahwa korban yang tersambar petir merupakan kerabatnya.
“Teman dan keluarga saya yang tersambar petir, satu orang meninggal dunia. Sementara keluarga saya masih dirawat di Puskesmas Nanga Tayap,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon.
Ia menjelaskan, para korban merupakan warga Dusun Tambang Kayung RT 17 RW 007, Desa Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Saat kejadian, tiga orang langsung pingsan akibat sambaran petir, sementara satu orang lainnya tidak terdampak.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sapuan Nur bin Almansyah. Sementara dua korban lainnya, Mustakim dan Munawer, dilaporkan selamat dan telah sadar.
Hingga berita ini diterbitkan, Jurnalborneo masih mengumpulkan informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian, tim medis Puskesmas, serta keluarga korban terkait kronologi lengkap dan perkembangan kondisi para korban. *** (Yoga)













