Ketapang

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Bupati Ketapang Tegaskan Desa sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

×

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Bupati Ketapang Tegaskan Desa sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Alexander
Peringati Hari Desa Nasional 2026, Bupati Ketapang Tegaskan Desa sebagai Fondasi Pembangunan Daerah

KETAPANG, JEJARING KALBAR, – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar apel bersama dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan Ramah Tamah Bersama Camat dan Kepala Desa, di Halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Kamis (15/1/2026).

Upacara berlangsung sederhana namun khidmat, diikuti para camat, kepala desa, serta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Ketapang. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. bertindak sebagai pembina upacara dan memimpin langsung kegiatan tersebut.

Dalam amanatnya, Bupati Alexander menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah sekaligus fondasi utama dalam mewujudkan Ketapang yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

“Jika desa maju, maka Kabupaten Ketapang akan maju. Oleh karena itu, pembangunan harus dimulai dari desa sebagai dasar pemerataan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan desa agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mengelola dana desa secara transparan dan akuntabel, serta memperkuat peran desa di bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur berbasis partisipasi masyarakat.

Ia juga menyinggung pelaksanaan retreat kepala desa terpilih yang sebelumnya digelar di Kompi 643. Kegiatan tersebut bertujuan membangun karakter kepemimpinan, kedisiplinan, kebersamaan, serta menyamakan persepsi para kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Terkait pengelolaan keuangan, Bupati Alexader juga menegaskan bahwa dana desa harus digunakan secara terbuka, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengelolaan dana desa harus transparan dan akuntabel. Jangan sampai menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Alexader mendorong para kepala desa untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Menurutnya, perbaikan infrastruktur skala kecil seperti jalan desa dengan kerusakan ringan dapat ditangani secara swadaya oleh masyarakat tanpa selalu menunggu intervensi pemerintah daerah.

Di bidang pendidikan, kepala desa diminta berperan aktif mencegah anak putus sekolah melalui pendataan dan sosialisasi berbagai program daerah, seperti bantuan buku tulis, seragam sekolah gratis, serta Kartu Ketapang Pintar bagi keluarga kurang mampu.

Sementara di sektor kesehatan, Bupati Alexander menekankan pentingnya percepatan program Open Defecation Free (ODF) sebagai fondasi desa yang sehat dan mandiri. Hingga saat ini, sebanyak 192 desa atau 73,3 persen dari total 262 desa di Kabupaten Ketapang telah dilaunching sebagai desa ODF.

“Target saya dalam tiga tahun seluruh desa di Ketapang sudah ODF. Dalam 10 bulan, capaian kita sudah 73,3 persen. Ini menjadi modal kuat menuju desa sehat dan mandiri,” jelasnya.

Menutup amanatnya, Bupati Alexander berharap peringatan Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kinerja aparatur desa.

“Ketapang adalah rumah besar kita semua. Rumah besar ini harus kita rawat dan bangun bersama, dimulai dari desa sebagai fondasi utama pembangunan,” pungkasnya. *** (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *