SAMBAS, JEJARING KALBAR – Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos., I., MH., memimpin langsung upacara peringatan Hari Perpindahan Ibukota Kabupaten Sambas ke-26, yang digelar di halaman Kantor Bupati Sambas pada Selasa, 15 Juli 2025.
Turut hadir dalam upacara ini Wakil Bupati Sambas, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Sekda Sambas, Wakil Bupati Bengkayang, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Satono menyampaikan bahwa momentum peringatan ini bukan hanya untuk mengenang sejarah perpindahan ibukota dari Singkawang ke Sambas, namun juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan daerah hingga saat ini.
“Perjalanan ini merupakan buah dari pengorbanan para tokoh dan pendahulu kita yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan. Sekarang, Sambas telah berkembang menjadi salah satu kabupaten perbatasan yang berdaya saing, dengan misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Satono.
Ia menekankan bahwa tema ‘Menebar Berkah, Menuai Berkemajuan’ menjadi representasi semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Sambas. Menurutnya, semua pencapaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, desa, swasta, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Satono juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendukung kebijakan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran.
Program makan bergizi gratis dengan pembangunan tiga dapur di Kecamatan berbeda. Penanggulangan kemiskinan, melalui penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Jagur, Kecamatan Sambas. Pertumbuhan ekonomi, dengan telah terbitnya badan hukum koperasi di 195 desa.
Ketahanan pangan, melalui penanaman jagung bersama Polri, padi bersama TNI, serta pemanfaatan pekarangan bergizi. Program nasional lainnya seperti JKN, akses pendidikan PKS, penguatan kawasan perbatasan melalui PKSN Gerbang Emas Perkasa, dan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
Bupati Satono juga menyoroti tantangan ke depan yang lebih kompleks, seperti perubahan iklim, bencana alam, pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, kesenjangan sosial, hingga kualitas tata kelola pemerintahan.
“Menghadapi tantangan ini, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh kolaborasi lintas sektor: pemerintah, Forkopimda, TNI-Polri, kejaksaan, pengadilan, akademisi, masyarakat sipil, dan media,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersatu membangun Kabupaten Sambas dengan semangat jujur, kerja keras, dan kerja jelas. Sehingga menjadikan Kabupaten Sambas menjadi daerah yang unggul.
“Saya percaya, daerah yang kuat adalah yang bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan menjadi mandiri serta berdaya saing. Mari kita berikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan bersama membangun masa depan Nusantara yang lebih baik dan berkemajuan,” tutupnya.*** (Sera)













