DPRD Mempawah

Naik Ranpur hingga Latihan Menembak, Dewan Mempawah Mencoba Aktivitas TNI Yon Kav 12/BC

×

Naik Ranpur hingga Latihan Menembak, Dewan Mempawah Mencoba Aktivitas TNI Yon Kav 12/BC

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Dewan Mempawah di Yon Kav Beruang Cakti
Foto bersama Dewan Mempawah di Yon Kav Beruang Cakti

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Suasana tak biasa terlihat dalam agenda silaturahmi antara jajaran DPRD Kabupaten Mempawah dan Yon Kav 12/Beruang Cakti, Senin (16/2/2026).

Pertemuan yang dikemas santai melalui coffee morning itu justru diwarnai pengalaman lapangan, mulai dari menaiki kendaraan lapis baja hingga latihan menembak.

Rombongan legislatif dipimpin Wakil Ketua DPRD Mempawah, Riduan M. Yusuf, bersama sejumlah anggota dewan. Kehadiran mereka disambut langsung Komandan Yon Kav 12/BC, M. Solikin Hadi Branata, beserta jajaran prajurit.

Tak sekadar ramah tamah, para wakil rakyat diajak melihat lebih dekat kehidupan dan kesiapan satuan kavaleri. Setelah sesi ngopi bersama, rombongan berkeliling markas, menyaksikan fasilitas satuan, hingga merasakan sensasi menaiki kendaraan tempur lapis baja.

“Ini pengalaman yang jarang kami rasakan. Tidak hanya berdiskusi, tetapi juga melihat langsung bagaimana prajurit berlatih dan beroperasi,” ujar Riduan.

Agenda berlanjut dengan latihan menembak yang diikuti peserta undangan. Kegiatan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan gambaran nyata tentang rutinitas dan profesionalisme prajurit kavaleri.

Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama dalam suasana santai.

Riduan menilai pendekatan informal semacam ini lebih efektif dalam membangun komunikasi lintas institusi. Menurutnya, interaksi langsung di lapangan mampu memperkuat pemahaman antara unsur TNI dan pemerintah daerah.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial. Ada nilai kebersamaan, saling memahami peran, dan memperkuat sinergi,” katanya.

Ia berharap model silaturahmi yang lebih interaktif dapat terus dilaksanakan. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangun kedekatan emosional antara prajurit dan unsur pemerintah maupun masyarakat.

“Semakin sering interaksi positif dibangun, semakin kuat pula kepercayaan dan stabilitas daerah,” tambahnya. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *