KETAPANG, JEJARING KALBAR, – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyerahkan satu unit bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kepada Yayasan Pendidikan Pelayanan Kasih Fatima di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (5/2/2026) siang.
Lasarus menjelaskan, penyaluran bus sekolah tersebut melalui proses panjang, mulai dari tahap pengusulan hingga verifikasi kebutuhan di lapangan. Setelah diserahkan, tanggung jawab perawatan kendaraan sepenuhnya berada di pihak yayasan.
“Saya berharap bus ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Perawatan itu penting, begitu juga dengan pemilihan sopir. Sopir yang baik menentukan keselamatan penumpang dan usia kendaraan,” ujarnya.
Ia menegaskan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam operasional bus sekolah. Kendaraan yang diserahkan merupakan bus berfasilitas pendingin udara (full AC) dengan nilai sekitar Rp700 juta.
Bus tersebut mampu menampung 17 penumpang secara ideal, bahkan hingga 20 orang tanpa berdesak-desakan. Lasarus berharap keberadaan bus sekolah ini dapat menunjang aktivitas siswa, para suster, serta kegiatan pendidikan di lingkungan yayasan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat itu menambahkan, pada tahun anggaran 2025 pemerintah menyalurkan tiga unit bus sekolah di Kalimantan Barat, masing-masing dua unit untuk Kabupaten Sintang dan satu unit untuk Kabupaten Ketapang.
“Kami hadir untuk memberikan fasilitas dan menyuarakan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Lasarus juga menyinggung pembangunan Rusunawa Asrama Putri Bintang Kejora di lingkungan yayasan. Ia menyebut bangunan tersebut belum diresmikan karena masih menunggu proses audit.
“Hari ini belum peresmian, saya hanya memotong pita. Gedung ini akan diaudit terlebih dahulu, kemudian dilakukan perawatan. Setelah itu baru diresmikan bersama Kementerian PUPR dan diserahkan secara resmi kepada yayasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalimantan Barat, I Ketut Suhartana, mengatakan bus sekolah yang diserahkan merupakan unit ketiga yang disalurkan Kementerian Perhubungan di Kalimantan Barat tahun ini.
“Mudah-mudahan bus ini bisa memberikan manfaat optimal. Dengan fasilitas yang baik dan perawatan yang terjaga, pelayanan transportasi sekolah juga akan semakin baik,” kata Ketut.
Ia menyebut harga satu unit bus sekolah berada di kisaran Rp600 juta hingga Rp700 juta. Karena itu, pihak yayasan diminta menjaga kondisi teknis kendaraan serta memilih pengemudi yang berpengalaman dan bertanggung jawab.
Ketua Yayasan Pelayanan Kasih Fatima, Suster Felisitas, mengapresiasi bantuan bus sekolah dan pembangunan asrama putri yang dinilai sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
“Kami sangat kesulitan mencari transportasi umum untuk kegiatan sekolah, apalagi jika harus membawa banyak siswa dalam satu waktu. Bus ini menjadi solusi penting bagi keterbatasan tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Yayasan Pelayanan Kasih Fatima menaungi lima unit sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, dengan jumlah siswa hampir 900 orang. Selama ini, yayasan belum memiliki kendaraan operasional, terutama bus sekolah.
“Asrama ini disiapkan untuk putri-putri dari daerah pedalaman agar mereka bisa mengakses pendidikan yang layak di Ketapang,” kata Suster Felisitas.
Saat ini, rusunawa putri telah dihuni 96 siswi. Asrama tersebut memiliki 30 kamar dengan kapasitas empat orang per kamar. Yayasan berharap jumlah penghuni akan bertambah pada tahun ajaran baru mendatang.
“Asrama putri dengan kapasitas besar seperti ini masih sangat terbatas di Ketapang. Biasanya, anak-anak dari pedalaman yang melanjutkan SMP, SMA, atau SMK akan dititipkan kepada para suster dan tinggal di sini,” tuturnya. *** (Yoga)












