Mempawah

Kronologi Kecelakaan Maut di Sungai Pinyuh, Mobil Diduga Melebar ke Jalur Berlawanan

×

Kronologi Kecelakaan Maut di Sungai Pinyuh, Mobil Diduga Melebar ke Jalur Berlawanan

Sebarkan artikel ini
Tangkap layar video amatir kecelakaan maut di Sungai Pinyuh.
Tangkapan layar video amatir kecelakaan maut di Sungai Pinyuh.

MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil dan sepeda motor di Jalan Raya Bakau Besar Laut KM 54.500, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Minggu (29/3/2025) sore, berujung tragis. Pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah sempat dirujuk ke Rumah Sakit Antonius Pontianak.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat arus lalu lintas terpantau normal. Sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban berinisial S (42) melaju dari arah Sungai Pinyuh menuju Mempawah dengan membawa dua penumpang.

Dari arah berlawanan, pengemudi mobil Honda Stream diduga melebar hingga memasuki jalur lawan. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.

Kanit Lantas Polsek Sungai Pinyuh, AKP Bambang Siswanto, menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu pergerakan mobil yang keluar dari lajurnya.

“Mobil datang dari arah berlawanan dan melebar ke kanan jalan. Karena jarak sudah dekat, pengendara sepeda motor tidak sempat menghindar sehingga terjadi benturan,” jelasnya.

Benturan keras menyebabkan pengendara motor mengalami luka berat, termasuk patah tulang dan cedera serius. Korban sempat mendapat pertolongan di RS Rubini Mempawah sebelum akhirnya dirujuk ke Pontianak, namun nyawanya tidak tertolong.

Dua penumpang sepeda motor, masing-masing berinisial Z (16) dan S.K (15), turut mengalami luka berat berupa patah tulang dan luka robek. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RS Antonius Pontianak.

Sementara itu, pengemudi mobil berinisial H.A (48) dan penumpangnya tidak mengalami luka.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi di lokasi. Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai puluhan juta.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup AKP Bambang. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *