SAMBAS, JEJARING KALBAR – Ketua Taruna Merah Putih Kabupaten Sambas, Henry mengaku telah sering mendengar tentang perundungan atau bullying terhadap anak, Selasa (13/5/2025).
Henry, Ketua Taruna Merah Putih Kabupaten Sambas mengatakan, bahwa telah sering dengar tentang perundungan atau bullying, seperti yang terjadi perundungan di wilayah Kecamatan Sambas.
“Untuk mencegah maraknya perundungan atau bullying saya mendorong penguatan pendidikan karakter dan layanan konseling bagi sekolah dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa perlunya penekanan dan pentingnya pendekatan terpadu, baik kepada korban maupun pelaku perundungan, melalui pendidikan karakter sejak dini.
“Perundungan di luar atau di sekolah harus jadi perhatian serius karena berdampak pada mental generasi muda jaman sekarang,” tegasnya.
Menurut Henry, perundungan atau bullying ini bisa jadi disebabkan kurangnya empati, pengaruh mengikuti tren yang di tonton lewat tv, maupun medsos dan pengaruh lingkungan negatif yang sering mendorong aksi terjadinya perundungan.
“Saya harapkan pemda ataupun sekolah perlu menyediakan layanan konseling aktif untuk membantu siswa memahami dampak,” katanya.
Ia menambahkan, perilaku menyimpang ini sekolah dan pemda harus memperkuat pendidikan karakter dan layanan konseling yang efektif, serta melibatkan peran keluarge dalam mendampingi anak nya.
“Pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak-anaknya, keluarga harus jadi benteng utama dalam membentuk kepribadian yang kuat dan sehat. Orang tua harus jadi teladan dan membuka ruang komunikasi dengan anak-anaknya,” tutupnya.(Sera)










