Sambas

Kafe Maju Tugede SMKN 1 Semparuk, Tempat Ngopi Kekinian yang Terbuka untuk Umum

×

Kafe Maju Tugede SMKN 1 Semparuk, Tempat Ngopi Kekinian yang Terbuka untuk Umum

Sebarkan artikel ini
Kafe Maju Tugede SMKN 1 Semparuk, Tempat Ngopi Kekinian yang Terbuka untuk Umum
Kafe Maju Tugede SMKN 1 Semparuk, Tempat Ngopi Kekinian yang Terbuka untuk Umum

SAMBAS, JEJARING KALBAR, – SMK Negeri 1 Semparuk, Kabupaten Sambas, menghadirkan sebuah kafe modern dengan konsep kekinian. Kafe bernama Maju Tugede itu resmi dibuka pada akhir Januari 2025 dan terbuka untuk umum. Siapa pun boleh singgah, duduk santai, dan menikmati secangkir kopi.

Tak sekadar menjual suasana, Kafe Maju Tugede juga menawarkan beragam menu, mulai dari aneka kopi hingga camilan. Soal rasa, kafe ini tak kalah bersaing dengan kafe-kafe urban. Menariknya, seluruh sajian diracik langsung oleh peserta didik SMK Negeri 1 Semparuk. Lewat kafe ini, mereka belajar berwirausaha melalui praktik lapangan yang nyata.

Kepala SMK Negeri 1 Semparuk, Indro Wiretno, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, kafe tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus menjadi wadah praktik peserta didik. Seluruh kegiatan telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Ke depan, sekolah akan mendesain interior kafe agar lebih bagus dan benar-benar kekinian. Harapannya, suasananya setara dengan kafe yang ada di pasaran, sehingga peserta didik maupun masyarakat umum merasa nyaman,” ujarnya.

Keberadaan Kafe Maju Tugede menjadi satu-satunya kafe di lingkungan sekolah di Kabupaten Sambas. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi para guru dan warga sekolah dalam menghadirkan metode pembelajaran yang lebih berkualitas dan kontekstual.

“Kafe Maju Tugede menjadi tempat praktik langsung bagi peserta didik jurusan Perhotelan, Desain Komunikasi Visual, Akuntansi, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Tujuan utamanya memang sebagai sarana pembelajaran,” kata Indro Wiretno.

Ke depan, pihak sekolah juga berencana mengembangkan konsep ngopi santai sambil belajar. Kafe akan dilengkapi dengan buku-buku, akses internet, dan sarana pembelajaran lainnya. Dengan begitu, proses belajar peserta didik tak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh di ruang-ruang yang lebih cair dan inspiratif.

Pengunjung dari luar sekolah, Rudi Satria bilang kopi di Kafe Maju Tugede rasanya enak. Tidak kalah dengan kopi kekinian di luar sana. Dia menyarankan, ke depan pihak sekolah harus meningkatkan jangkauan pengunjung kepada masyarakat umum. Misalnya dengan konten-konten di media sosial.

“Sehingga kafe ini tidak sekedar dikenal oleh warga sekolah saja, tapi bagaimana masyarakat umum sekitar Kecamatan Semparuk juga mengetahui eksistensi kafe ini dan tidak segan untuk berkunjung setiap hari. Sehingga keberadaannya lebih natural dan merakyat,” ujarnya. *** (Yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *