Mempawah

Harga Bawang di Pasar Pagi Sungai Pinyuh Meroket, Pembeli Mengeluh: Minta Ampun!

×

Harga Bawang di Pasar Pagi Sungai Pinyuh Meroket, Pembeli Mengeluh: Minta Ampun!

Sebarkan artikel ini
Imam Sukoco pedagang bawang di Pasar Pagi Sungai Pinyuh sedang melayani pembeli.
Imam Sukoco pedagang bawang di Pasar Pagi Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah sedang melayani pembeli.

SUNGAI PINYUH, JEJARING KALBAR, – Harga bawang merah di Pasar Pagi Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, melonjak drastis dalam sepekan terakhir akibat pasokan kosong. Harga yang biasanya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram kini menembus Rp80 ribu, Senin 16 Februari 2026.

Imam Sukoco, pedagang bawang merah dan bawang putih di Pasar Pagi Sungai Pinyuh, mengaku kesulitan memperoleh stok dari distributor. Menurutnya, pasokan dari sejumlah agen di Pontianak dan Singkawang kosong.

“Bawang merah ini entah mengapa pasokan kosong. Agen di Pontianak, di Singkawang pada kosong semua. Kemarin saya hanya dapat di satu agen Singkawang, itu pun cuma 100 kilogram dengan harga Rp72 ribu per kilogram. Kalau hari biasa Rp38 ribu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi bertahap sebelum akhirnya menyentuh Rp80 ribu per kilogram hari ini. “Sudah seminggu terakhir merangkak naik, dari Rp38 ribu, Rp40 ribu, Rp42 ribu, Rp50 ribu, sampai sekarang Rp80 ribu,” kata Imam.

Imam memperkirakan harga bawang merah berpotensi turun apabila pasokan dari Pulau Jawa sudah masuk ke Kalimantan Barat. Sementara saat ini harga bawang putih juga merangkak naik dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu.

“Prediksi saya ini yang paling tinggi. Kalau ada stok dari Jawa pasti turun. Bawang yang saya jual ini juga dari Jawa, kemungkinan stok lama,” tambahnya.

Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pembeli. Maysarah, salah seorang warga Kecamatan Sungai Pinyuh, mengaku harus mengurangi jumlah pembelian akibat mahalnya harga.

“Aduh, minta ampun ini bawang naik. Biasanya saya beli setengah kilogram, sekarang tidak mampu beli banyak karena mahal. Tapi syukurlah masih ada yang jual,” tuturnya. *** (Bung Ranie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *