Mempawah

Gagal Menyalip, Seorang Remaja Meninggal Kecelakaan di Jalan Raya Anjungan

×

Gagal Menyalip, Seorang Remaja Meninggal Kecelakaan di Jalan Raya Anjungan

Sebarkan artikel ini
Kondisi motor korban yang gagal menyalip di Jalan Raya Anjungan
Kondisi motor korban yang gagal menyalip di Jalan Raya Anjungan/Dok Polisi

SUNGAI PINYUH, JEJARING KALBAR – Seorang remaja berusia 16 tahun meninggal dunia setelah motor Suzuki Satria F tanpa nomor polisi yang dikendarainya terlibat kecelakaan saat menyalip di Jalan Raya Anjungan KM 66, Senin (1/12/2025) sore.

Menurut keterangan Kanit Lantas Polsek Sungai Pinyuh, AKP Bambang Siswanto, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika korban berinisial HN berusaha mendahului sebuah kendaraan yang belum diketahui identitasnya.

“Saat itu, dari arah berlawanan melaju truk tangki KB 8014 SQ yang dikemudikan oleh Mansyur (53),” ujar AKP Bambang.

Ia melanjutkan, korban yang melebar ke kanan saat menyalip tidak sempat menghindar dan menabrak bagian samping truk tangki.

Benturan keras membuat korban mengalami luka serius di kepala dan mengalami pendarahan hebat. Korban sempat dibawa ke RSUD Rubini Mempawah untuk mendapat perawatan, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu kata AKP Bambang, pengemudi truk, Mansyur, tidak mengalami luka. Karena truk tersebut melaju normal di jalur yang benar.

“Korban mengambil jalur kanan untuk mendahului kendaraan lain. Karena jarak terlalu dekat dan tidak memungkinkan untuk kembali ke lajurnya, tabrakan tidak bisa dihindarkan,” jelasnya.

Seorang saksi bernama Miftahul Ansor (17) juga turut dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa truk tangki, sepeda motor korban, STNK truk, serta SIM pengemudi. Kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Terakhir AKP Bambang mengimbau para pengendara, khususnya remaja, untuk lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat menyalip.

“Manuver mendahului harus dilakukan dengan perhitungan jarak yang cukup, kondisi aman, dan tidak ceroboh. Jalur dua arah seperti Pinyuh–Toho sangat rawan kecelakaan jika pengendara memaksakan diri,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *