MEMPAWAH, JEJARING KALBAR – Festival Sahur-sahur ke-23 resmi dibuka di Kabupaten Mempawah, Sabtu malam, 28 Februari 2026. Event budaya tahunan yang telah menjadi ikon daerah ini turut dihadiri Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Bupati Mempawah Erlina, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Festival yang telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) itu mengusung tema “Keberagaman Mempererat Persatuan Bangsa.” Tema tersebut terasa semakin relevan karena Ramadan 1447 Hijriah tahun ini bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Dalam sambutannya, Reza Fahlevi menyebut Festival Sahur-sahur sebagai salah satu dari 125 event unggulan dalam program KEN yang digagas Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Ia menegaskan pemerintah pusat mendukung kegiatan ini melalui promosi hingga penguatan sarana dan prasarana.
“KEN merupakan program strategis Kemenpar. Festival Sahur-sahur menjadi salah satu event yang kami dukung secara kolaboratif. Harapannya event ini terus berkembang dan mampu menjadi daya tarik wisatawan ke Kalimantan Barat,” ujarnya.
Gubernur Kalbar Ria Norsan menilai pertemuan momentum Ramadan dan Imlek dalam festival tahun ini menjadi simbol kuat kerukunan masyarakat. Menurutnya, perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa yang hadir dalam Festival Sahur-sahur menunjukkan kuatnya nilai toleransi di Mempawah.
“Sudah 23 tahun festival ini dilaksanakan dan tahun ini bertepatan dengan Imlek. Artinya budaya Melayu dan Tionghoa menyatu malam ini. Ini bukti bahwa persatuan dan kesatuan hidup di tengah masyarakat,” kata Norsan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, akan terus mendukung kegiatan budaya di daerah, termasuk rencana bantuan hibah sebesar Rp200 juta pada tahun 2027 untuk pelaksanaan Festival Sahur-sahur.
Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival budaya tersebut. Ia berharap Festival Sahur-sahur ke depan semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak peserta serta wisatawan.
“Semoga event ini semakin besar dan semakin banyak pesertanya, sehingga masyarakat juga semakin bersemangat untuk melestarikan budaya yang kita miliki,” pungkasnya.*** (Bung Ranie)












