SAMBAS, JEJARING KALBAR, -Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin meminta pemerintah daerah segera memberikan perlakuan khusus atas putusnya jembatan penghubung dua dusun di Kecamatan Tebas, Sabtu 13 September 2025.
Ferdinan mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat setempat. Mulai dari anak sekolah, ekonomi hingga aktivitas ibadah. Karena ia minta Pemda Sambas segera mengambil langkah.
“Pemda harus mengambil langkah cepat dan memberikan perlakuan khusus atas putusnya jembatan ini. Karena menghubungkan dua dusun antara Dusun Kenanga 2 dan Dusun Melati, Desa Tebas Sungai,” katanya.
Ferdinan mengatakan, jembatan itu menang sudah lama dibangun oleh pemerintah melalui aspirasi Haji Mulyadi sekitar tahun 2012. Wajar jika kondisinya sudah rusak dan layak dibangun ulang, namun karena berbagai kondisi, akhirnya putus akibat kondisi alam.
Sebelumnya diberitakan, Jembatan beton yang menghubungkan Dusun Kenanga 2 dengan Dusun Melati, Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, putus pada Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 15.25 WIB.
Putusnya jembatan diduga akibat hantaman arus deras dan tumpukan sampah tanaman liar yang terbawa arus setelah hujan lebat.
Kepala Dusun Kenanga 2, Niardi, menjelaskan sebelum kejadian, kondisi jembatan memang sudah mengkhawatirkan. “Tiang jembatan ini sudah rusak sejak lama. Saat hujan deras tadi malam, banyak tanaman liar hanyut dan menghantam jembatan hingga akhirnya putus,” ungkapnya.
Jembatan yang berada di jalur penghubung antara Gang Amanah dan Gang Masjid itu sempat menunjukkan tanda-tanda retak sebelum akhirnya runtuh dan hanyut. Peristiwa ini pun langsung menyita perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan kondisi jembatan usai ambruk. ***













