SAMBAS, JEJARING KALBAR, – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Ferdinan, menyerukan perlunya gerakan nyata dan berkelanjutan untuk memberantas penyakit tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sambas. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum Hari Tuberkulosis Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 24 Maret.
Ferdinan menilai, meskipun berbagai program pencegahan dan pengobatan TBC sudah berjalan, angka kasus di Kabupaten Sambas masih cukup tinggi. Ia menegaskan bahwa diperlukan upaya bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk benar-benar menekan penyebaran penyakit ini.
“Kita tidak bisa hanya seremonial memperingati Hari TBC Sedunia. Harus ada gerakan nyata di lapangan. Edukasi kepada masyarakat, deteksi dini, dan pengobatan tuntas harus terus diperkuat,” ujar Ferdinan, Senin (24/3/2025).
Politisi PDIP itu juga menyoroti pentingnya peningkatan peran puskesmas dan kader kesehatan dalam menjangkau warga di pelosok daerah yang masih minim informasi dan akses layanan kesehatan.
“Banyak masyarakat di pedesaan yang belum memahami gejala TBC atau takut berobat. Di sinilah peran petugas kesehatan dan pemerintah desa untuk memberikan pendampingan dan sosialisasi,” tambahnya.
Menurutnya, TBC bukan hanya masalah kesehatan individu, melainkan juga berdampak sosial dan ekonomi bagi keluarga penderita. Oleh karena itu, penanganan TBC perlu menjadi prioritas kebijakan kesehatan daerah.
“TBC bisa menghambat produktivitas masyarakat. Jika tidak ditangani serius, dampaknya akan luas. Saya berharap Dinas Kesehatan dan seluruh pihak terkait dapat memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengobatan di semua lini,” tegas Ferdinan.
Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tahun ini mengusung tema “Yes! We Can End TB” (Ya! Kita Bisa Akhiri TBC), yang mengajak seluruh elemen untuk memperkuat komitmen global dalam mengakhiri penyakit menular ini. Ferdinan menegaskan, Sambas harus menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan langkah nyata di lapangan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat untuk bergerak bersama. Dengan kepedulian, kerja sama, dan tindakan nyata, kita bisa wujudkan Kabupaten Sambas bebas TBC,” tutupnya. ***












