MEMPAWAH, JEJARING KALBAR, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah menyoroti masih terbatasnya akses infrastruktur dasar di sejumlah wilayah pedesaan.
Anggota DPRD Mempawah sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, M. Rois, menegaskan bahwa pembangunan jalan desa dan transportasi publik harus menjadi fokus utama pembangunan daerah ke depan.
Menurut Rois, persoalan akses jalan dan keterbatasan transportasi masih menjadi keluhan yang kerap disampaikan masyarakat saat kegiatan reses maupun kunjungan lapangan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi hasil produksi, hingga akses layanan dasar.
“Infrastruktur desa harus ditempatkan sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap. Banyak desa yang potensi ekonominya besar, tetapi terhambat karena akses jalan yang belum memadai,” ujarnya belum lama ini.
Rois mendorong agar pembangunan infrastruktur desa mendapat porsi anggaran yang proporsional dalam APBD Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2026.
Ia mengingatkan agar arah kebijakan pembangunan tidak terlalu terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa yang selama ini masih tertinggal secara konektivitas.
Selain pembangunan fisik jalan, Rois juga menilai pentingnya pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk menjangkau wilayah pedesaan. Menurutnya, keberadaan transportasi yang layak akan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.
Ia menambahkan, infrastruktur desa yang baik akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian dan UMKM. Akses jalan yang memadai diyakini mampu menekan biaya distribusi, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kalau konektivitas antarwilayah desa membaik, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Kabupaten Mempawah,” kata Rois.
DPRD, lanjut Rois, siap menjalankan fungsi pengawasan agar program pembangunan infrastruktur desa benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga. *** (Bung Ranie)












