KETAPANG, JEJARING KALBAR, – Harapan masyarakat Dusun Tanjung Lambai, Desa Senduruhan, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, untuk menikmati aliran listrik akhirnya mulai terwujud.
Alexander Wilyo memimpin langsung penancapan tiang listrik pertama dalam rangkaian kunjungan kerja dan silaturahmi Ramadan di wilayah tersebut, Senin 2 Maret 2026.
Kedatangan Bupati disambut hangat oleh masyarakat dengan prosesi adat dan atraksi pencak silat. Momen tersebut terasa istimewa, mengingat Alexander Wilyo menjadi kepala daerah pertama yang secara resmi mengunjungi dusun tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat di wilayah terpencil.
“Kehadiran saya di sini bukan hanya kunjungan formal. Saya ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah terpencil juga merasakan kehadiran pemerintah dan mendapatkan hak yang sama dalam pembangunan,” ujarnya.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat Bupati berbuka puasa bersama warga di Masjid Al-Hidayah, satu-satunya masjid di dusun tersebut. Ia bahkan memilih menginap di rumah salah satu warga untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Menurutnya, pendekatan secara langsung penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Saya ingin mendengar sendiri cerita dan harapan warga. Dari sinilah kita bisa memahami apa yang paling dibutuhkan dan bagaimana pemerintah harus hadir dengan solusi nyata,” katanya.
Keesokan harinya, bersama tim PLN dan warga setempat, Bupati turun langsung bergotong royong menancapkan tiang listrik pertama. Ia tampak ikut mengangkat tiang besi bersama masyarakat sebagai simbol dimulainya pembangunan jaringan listrik di Tanjung Lambai.
Alexander Wilyo menegaskan, pembangunan jaringan listrik tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerataan infrastruktur di Kabupaten Ketapang.
“Ini bukan sekadar tiang listrik, tetapi simbol berakhirnya keterisolasian. Kita ingin seluruh wilayah Ketapang, tanpa terkecuali, menikmati terang dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” tegasnya.
Sebagai penanda sejarah, Bupati juga menandatangani prasasti di atas papan kayu yang telah disiapkan warga. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen pembangunan yang terpahat di Dusun Tanjung Lambai.
Sebelum meninggalkan lokasi, ia turut menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah.
Kunjungan ini sejalan dengan visi pembangunan berkeadilan yang terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Ketapang, guna memastikan seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara merata, termasuk di wilayah pelosok. *** (Yoga)












