Ketapang

Anggota DPRD Ketapang Fraksi PKS Lukman Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

×

Anggota DPRD Ketapang Fraksi PKS Lukman Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan
Anggota DPRD Ketapang Fraksi PKS Lukman Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

KETAPANG, JEJARING KALBAR, – Kabar duka menyelimuti dunia politik Kabupaten Ketapang. Anggota DPRD Ketapang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lukman (50), meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di sekitar Jembatan Pawan V, Rabu (28/1/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi saat korban mengendarai sepeda motor. Akibat insiden itu, Lukman dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

Almarhum Lukman merupakan legislator DPRD Ketapang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ketapang I. Ia dikenal aktif dalam menjalankan tugas legislatif serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengaku menerima informasi kecelakaan sekitar pukul 20.12 WIB melalui sambungan telepon dari rekan sesama anggota DPRD, Nasdiansyah.

“Saat menerima kabar tersebut, saya sangat terkejut dan tidak percaya,” ujar Achmad Sholeh saat dikonfirmasi Suara Ketapang.

Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Lukman yang dikenalnya sebagai sosok bersahaja dan religius dalam menjalankan amanah politik.

“Saya bersama seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ketapang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya teman sekaligus sahabat kami, Lukman, S.Pd.I, dari Fraksi PKS,” ucapnya.

Ia juga mengenang almarhum sebagai figur yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan serta mengedepankan politik yang santun. Menurutnya, Lukman kerap mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Beliau selalu menekankan bahwa jabatan adalah titipan Allah SWT. Kami kehilangan sosok yang agamis, terbuka, dan baik dalam berdiskusi,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Achmad Sholeh berharap amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. *** (Yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *